Menjawab pertanyaan di forum lain mengenai ajaran agama orang-orang Yahudi, Nasrani serta nabi-nabi sebelumnya serta hubungannya dengan Islam, berikut saya mulai forum tersendiri. Mudah-mudahan pertanyaannya terjawab.
Islam, artinya pasrah sepenuhnya (kepada Allah), seikap yang menjadi inti ajaran agama yang benar di sisi Allah. Akrean itu semua agama yang benar disebut Islam. Begitulah, Kitab Susi mengatakan bahwa Nabi Nuh mengajarkan Islam (QS Yunus 10:72). Nabi Ibrahim pun membawa Islam, dan mewasiatkan ajaran itu kepada anak keturunannya, termasuk kepada Ya’qub dan Isra’il (QS al-Baqarah 2:130-131).
Diantara anak Ya’qub itu adalah Yusuf, yang berdoa kepada Allah agar kelak mati sebagai orang Muslim (seorang yang berIslam) (QS Yusuf 12:101). Kitab Suci yang menutturkan bahwa para ahli sihir Mesir yang semula mendukung Fir’aun tetapi akhirnya beriman kepada Nabi Musa juga berdoa kelak mati sebagai orang-orang yang Muslim (QS al A’raf 7:126).
Lalu, Ratu Bilqis dari Yaman, Arabia Selatan, yang ditaklukan oleh Nabi Sulaiman juga akhirnya tunduk dan patuh kepada Nabi itu dan menyatakan bahwa dia bersama Sulaiman pasrah sempurna atau Islam kepada Tuhan seru sekalian alam (QS an Naml 27:44). Dan semua para Nabi Bani Israil (anak keturunan Nabi Ya’qub) ditegaskan dalam Kitab Suci sebagai orang-orang yang menjalankan Islam kepada Allah (QS al Maidah 5:44).
Lalu Isa al Masih juga mendidik para pengikutnya (al Hawariyyun) sehingga mereka menjadi orang-orang Muslim, pasrah kepada Allah (QS Ali Imran 3:52-53 dan al MAidah 5:111).
Karena itu ulama ibn Taimiyah menegaskan bahwa agama semua nabi adalah sama dan satu, yaitu Islam, meskipun ajaran syariatnya berbeda-beda sesuai dengan jaman dan tempat diutusnya nabi tersebut. “Karena asal usul agama itu tidak lain adalah Islam, yaitu agama pasrah dan berserah diri secara total kepada Allah Yang Maha ESa, meskipun ajaran syariatnya bermacam-macam, maka Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadits “ Sesungguhnya kami adalah golongan para Nabi, agama kami adalah satu (sama). Para Nabi itu bersaudara satu ayah lain ibu, jadi agam mereka satu, yaitu ajaran untuk beribadah kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tiada padanan bagiNya”.
Jadi suatu agama, seperti agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad (yang memang secara sadar dari semula disebut agama sikap pasrah dan berserah diri secara sempurna kepada Allah atau Al Islam), adalah tiada unik (dalam arti tidak berdiri sendiri atau terpisah). Dia beradadalam garis kelanjutan agama-agam lain.
Hanya saja, seperti halnya dengan semua yang hidup dan tumbuh, agama itu pun, dalam perjalanan sejarahnya juga ikut berkembang dan tumbuh, sehingga akhirnya mencapai kesempurnaan dalam agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW, Rasulullah yang penghabisan, yang tiada lagi rasul setelah beliau. Maka manusia memiliki kewajiban untuk memilih agama yang merupakan penyempurnaan dari ajaran-ajaran agama sebelumnya, yaitu ajaran Rasulullah Muhammad SAW.
Namun tetap dalam kesadaran akan kesatuan asal agama-agama, kita diwajibkan untuk beriman kepada semua Nabi, tanpa membeda-bedakan antara mereka, dan pasrah serta berserah diri secara paripurna kepada Allah SWT (QS al BAqarah 2:136). (disarikan dari tulian Nurcholish Madjid).


00.01
m.izzurrohman
Posted in: 
0 komentar:
Posting Komentar